Apple Secara Resmi Merilis iPhone 4

Sepertinya bukan lagi menjadi sebuah kejutan yang berarti jika diketahui Apple Inc. merilis generasi ke 4 dari produk Apple iPhone, menilik kasus besar yang terjadi melibatkan pihak Apple dan sebuah blog beberapa waktu lalu. Lupakan masa lalu itu, pada even WWDC 2010 yang diadakan di San Francisco, pada hari ini secara eklusif bos besar Apple yaitu Steve Jobs memperkenalkan produk iPhone terbaru mereka yang adalah iPhone generasi ke 4.

Mungkinkan Indonesia menjadi Negara totaliter ?



Saat ini Indonesia tidaklah mungkin menjadi Negara totaliter karena :

  1.   Indonesia adalah Negara yang menggunakan system pemerintahan presidensial dimana kekuasaan eksekutif dan legislatif seimbang, jadi disini pemerintah tidak dapat berbuat semaunya karena masih ada lembaga yang mengontrol segala kebijakannya. Karena segala kebijakan yang akan di keluarkan pemerintah harus mendapat persetujuan DPR sehingga kecil kemungkinan Indonesia menjadi Negara totaliter, selama fungsi pengontrol DPR berjalan dengan semestinya dan sebenarnya.
  2.  Kedaulatan Indonesia berada ditangan rakyat, jadi kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan pemerintah hanya sebagai pihak yang menerima dan melaksanakan kepercayaan dari rakyat. Apabila kepercaayaan dari rakyat ini disalah gunakan maka rakyat akan mengambil kembali kedaulataannya. Ini terbukti pada pemerintahan Soeharto yang lengser karena tidak lagi mendapat kepercayaan dari rakyat. Jadi dengan contoh diatas Indonesia tidak akan dengan mudah menjadi Negara totaliter karena rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi bukannya dipegang hanya oleh 1 orang.

Ambillah waktu by Gede Prama


Ambillah waktu untuk berpikir Itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain Itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk membaca Itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk berdoa Itu adalah kekuatan terbesar di bumi
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicinta iItu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat Itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa
Ambillah waktu untuk memberi Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri sendiri
Ambillah waktu untuk bekerja Itu adalah nilai keberhasilan
Ambillah waktu untuk beramal Itu adalah kunci menuju surga

Tidak hanya kata-kata yang menyejukkan, wajah pun sejuk

Presiden RI Pertama Pilihan Rakyat

Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki 'Jenderal yang Berpikir', ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004.


Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri - KH Hasyim Muzadi.

Popularitas dengan enampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).

Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. "Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu," katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai 'mutiara di atas lumpur'.

Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, 'the smiling jeneral' itu berhasil tampil sebagai 'penyelamat negeri' dan  memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).
Saya bangga memiliki Presiden SBY, lanjutkkan

Sri Mulyani: Pegawai Kementerian Pahlawan Bangsa



TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pegawai di Kementerian Keuangan adalah pahlawan bangsa karena telah berdedikasi menjaga amanah yang diberikan rakyat Indonesia.

"Karena ini kesempatan terakhir, maka saya ucapkan terima kasih. Dan sebagai manusia biasa, saya juga mohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan," ujar Sri Mulyani, seperti yang dikutp dari laman resmi Kemnterian Keuangan.